3 Pekerja PT SMS Kembali di PHK

  • Whatsapp
MEDIASI : Mantan pekerja dan managemen PT SMS sedang lakukam mediasi, Selasa (6/10). Foto : Heru/Lapos

LAHATPOS.CO, Lahat – Tiga pekerja perusahaan sawit PT SMS kembali datangi kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Lahat. Kedatangan tiga pekerja yang di PHK PT SMS ini, guna menuntut pihak perusahaan agar bisa memberikan uang pesangon.

Fauzi selaku Ketua gerakan serikat buruh indonesia, Lahat mengatakan, tiga pekerja itu diantaranya Ahmad Widianto, bekerja di divisi 1 sungai kikim estate sebagai tenaga perawat kebun. Lalu Edi Yusuf, bekerja dari tahun 2015-2019 sebagai karyawan pemanen. Sedangkan M Roni, karyawan honorer sebagai kepala unit pengamanan.

Bacaan Lainnya

“Ahmad Widianto bekerja kontrak 12 bulan tanpa cuti, Edi Yusuf bekerja kontrak tapi kontraknya ditahan dan tiba-tiba diberhentikan, sedangakan Roni diberhentikan tanpa sebab,” kata Fauzi, saat lakukan mediasi dengan mangement PT SMS, Selasa (6/10).

Sementara, Rekod, HRD PT SMS membenarkan, tiga nama tersebut sebelumnya bekerja di PT SMS Sungai Kikim Estate. Menurut ketentuan perusahaan tenaga perawatan bukan masuk dalam ranah bisnis perusahaan, jadi statusnya pekerja kontrak.

“Tidak ada tenaga pemanen yang trening, statusnya kontrak. Mereka ini ikut program replanting, artinya panen sisa buah, dan kami punya karyawan tetap untuk panen, jadi memang hanya 2 kali kontrak dalam 1 tahun,” ucapnya.

Disisi lain, Kabid HI dan Jamsostek, Tubiska Surya Jaya SE, didampingi Kasi Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial, Hendro Purnomo SAp menuturkan, mediasi antara tiga pekerja dengan managemen PT SMS, belum menemukan kesepakatan. Dari pengalaman permasalahan dari sektor perkebunan memang jarang menemukan kesepakatan.

“Hasil perundingan belum ada, managemen PT SMS meminta waktu untuk jawaban dari kantor pusat. Rencana 3 minggu lagi, akan mediasi kembali,” tutur Hendro Purnomo. (*)

Penulis: Heru Senovlan

Pos terkait