AGPAII Tolak Rekruitmen CPNS dan PPPK Minus Guru Agama

LAHATPOS.CO, Jakarta – Menyikapi, rekruitmen CPNS (yang tidak menyertakan guru sebagai bagian dari proses rekruitmen melalui CPNS) dan 1 juta tenaga guru melalui program Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja atau PPPK, Dewan Pengurus Pusat Asosiasi Guru Pendidikan Agama Islam Indonesia (DPP AGPAII) menyatakan “pemerintah dalam hal ini Menpan RB seharusnya memberikan keadilan kepada warga negara yang berminat untuk menjadi guru yang berusia di bawah 35 tahun untuk mengikuti seleksi CPNS. Rekruitmen CPNS yang tidak menyertakan guru menunjukkan pemerintah tidak peka terhadap perbaikan sektor pendidikan,” kata Mahnan Marbawi, Ketua umum DPP AGPAII.

Mahnan juga menegaskan, dalam hal rekruitmen 1 juta tenaga PPPK yang dilaksanakan kemendikbud, hanya menyertakan 9.464 atau 0,09 persen dari 1 juta.

Angka itu jelas tidak rasional dibandingkan dengan kebutuhan Guru Pendidikan Agama Islam (khususnya) yang mencapai 100 ribu lebih.

“Masa dari 1,2 juta rekruitmen tenaga guru, hanya 0,09 persen rekruitmen tenaga PPPK bagi Guru Agama Islam? Ini jelas tidak adil bagi 120 ribu GPAI bukan PNS yang juga memiliki hak dan kesempatan yang sama untuk mengikuti tes PPPK. Kami berharap, Kementerian Agama melakukan koordinasi dengan Kemendikbud untuk mengkoreksi jatah 0,09 persen rekruitmen untuk Guru Pendidikan Agama Islam. Jelas ini tidak adil,” tegas Mahnan.

Ditanya apa yang menjadi tuntutan AGPAII terkait kebijakan rencana rekruitmen CPNS yang tak menyertakan guru dan rekruitmen 1,2 juta PPPK tanpa menyertakan guru pendidikan agama, Mahnan menjelaskan, meminta Menpan RB memasukan kesempatan bagi guru untuk bisa mengikuti seleksi CPNS. Sebab hal tersebut adalah hak warga negara.

Mahnan juga menambahkan bahwa semestinya Menpan RB dan Kemendikbud memberikan porsi yang proporsional terhadap kuota rekruitmen 1, 2 juta PPPK untuk Guru Pendidikan Agama. Porsi yang proporsional untuk rekruitmen 1,2 juta PPPK tenaga guru adalah 10 persennya diberikan untuk Guru Pendidikan Agama.

“Apa jadinya pendidikan tanpa guru agama? apa jadinya jika pendidikan agama tidak diajarkan oleh guru yang seagama atau oleh guru mapel lain? Pak Menteri, Guru Agama bukan PNS itu, ada yang honornya Cuma Rp.250 ribu loh,dan itu dibayar tiap tiga bulan sekali, menunggu dana BOS turun. Itu artinya guru honor kesejahteraannya di bawah Upah Minimum Regional, padahal mereka S1, kalah sama buruh pabrik yang cuma SMA.

Rekruitmen melalui CPNS dan PPPK tahun 2021 ini menjadi kesempatan untuk Guru Agama meningkatkan kesejahteraannya,”jelas Mahnan.

Mahnan juga meminta Kementerian Agama untuk memperbaiki tata kelola program Pendidikan Profesi Guru (PPG) untuk ditingkatkan kuota dan kapasitas pelaksana program PPG atau sertifikasi Guru PAI.

Saat ini kuota PPG Guru Pendidikan Agama Islam, menurut Mahnan hanya 5000 GPAI, sementara yang sudah lulus test sebanyak 32 ribu GPAI dan yang belum test sebanyak 60 ribu lebih GPAI.

“Bisa jadi hingga mereka pensiun, ada GPAI yang belum disertifikasi atau mengikuti PPG. Kami meminta agar DPR RI mendukung penambahan kuota PPG bagi GPAI yang dilaksanakan oleh Direktorat PAI, Kemenag,” pungkas Mahnan. (rls/fin)

BERITA TERBARU

Minta Plasma 20 -30 Persen kepada PT SMS

LAHATPOS.CO, Lahat - Perpanjangan Hak Guna Usaha (HGU) perkebunan kelapa sawit PT Sawit Mas Sejahtera (PT. SMS) kepada pemerintah dipertanyakan warga 14...

Kontes Bonsai Kelapa Ditunda Maret 2021

LAHATPOS.CO, Lahat - Pameran dan kontes Bonsai Kelapa Indonesia (BKI) Kabupaten Lahat resmi ditunda pada Maret. Kegiatan itu yang semulanya direncanakan pada...

Mirip di CCTV, Pria Diduga Pelaku Pencurian Warung Ani Ditangkap Warga

LAHATPOS.CO, Lahat - Seorang pria mengaku bernama Beni Adahar (18), asal SP 4 Bumi Lampung, ditangkap warga di Simpang Empat Desa Tanjung...

Akun Facebook Ketua Fraksi Partai Demokrat Lahat di Hack

LAHATPOS.CO, Lahat - Akun Facebook (FB) milik Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Lahat, Ahmad Barmawi di hack (retas) orang lain. Oleh pelaku,...

Suzuki Luncurkan Produk Baru

LAHATPOS.CO, Lahat - PT Suzuki Indo Mobile Sales, Kamis (21/1) resmi melaunching produk baru di tahun 2021 yaitu New Carry Pick Up....

Terbengkalai di Depan Rumah Pejabat

LAHATPOS.CO, Pagaralam- Banyak program yang dibuat pemerintah pusat untuk kemajuan dan perkembangan daerah, namun hal ini tidak sesuai perencanaan. Sehingga terkesan menimbulkan...

Berawal Lihat Anak anak Berbuat Tidak Senonoh

LAHATPOS.CO, Tanjung Sakti Pumi - Tepat pukul 13.00 WIB, puluhan anak-anak usia 5 hingga 11 tahun, berdatangan ke sebuah tempat mengaji berukuran...

AGPAII Tolak Rekruitmen CPNS dan PPPK Minus Guru Agama

LAHATPOS.CO, Jakarta - Menyikapi, rekruitmen CPNS (yang tidak menyertakan guru sebagai bagian dari proses rekruitmen melalui CPNS) dan 1 juta tenaga guru...

Rangking 5 Sumsel

LAHATPOS.CO, Lahat - Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) Indonesia, menempatkan SMA Unggul Negeri 4 Lahat urutan ke 5 se Sumatera Selatan,...