Antusiasme Masyarakat Dukung Uji Klinis Vaksin Covid-19

- Space Iklan Anda -

LAHATPOS.CO, Jakarta – Antusiasme masyarakat Indonesia untuk berkontribusi menjadi Relawan Vaksin Covid-19 sangat besar.

Hal ini diungkapkan oleh Ketua Tim Riset Uji Klinis Vaksin Covid-19 dari Universitas Padjadjaran, Profesor Dr. Kusnandi Rusmil dalam Dialog Produktif “Kelanjutan Uji Klinis Vaksin Covid-19″ di Media Center Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), Rabu (21/10) yang dilaksanakan secara virtual.

Kebutuhan tim uji klinis yang bekerjasama dengan Bio Farma dalam mengembangkan vaksin Sinovac 1.620 orang, namun pendaftarnya 2.200 orang.

Meski begitu, tidak semua pendaftar langsung bisa menjadi relawan. Ada protokol ketat yang diterapkan untuk menyaring peserta yang memenuhi persyaratan.

“Yang diberikan pada orang-orang sehat berumur 18-59 tahun. Kita pemeriksaan dulu, rapid test dan swab test, kemudian dia negatif, tiga hari kemudian dia datang. Kita berikan imunisasi, sebelumnya kita ambil darahnya. Empat belas hari kemudian disuntik lagi yang kedua. Kemudian tiga bulan kemudian diambil darah (lagi), enam bulan kemudian diambil darah,” terang Prof Kusnandi.

Selama rentang waktu enam bulan, seluruh 1.620 peserta diperiksa kesehatannya dan reaksi tubuh terhadap vaksin yang disuntikan pada mereka.

Selain melakukan uji klinis pada peserta, Tim peneliti dari Universitas Padjadjaran juga memantau kualitas vaksin yang dikembangkan oleh Bio Farma dalam periode yang berbeda.

“Kita juga melihat batch consistency. Kita melihat beberapa vaksin yang dibikin Bio Farma itu pada bulan-bulan yang berlainan. Sehingga kita lihat apakah konsisten tidak hasilnya,” tutur Prof Kusnandi.

Hasil Uji Klinis inilah yang akan menjadi pegangan Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM) untuk mengeluarkan Emergency Use Authorization (EUA) ataupun persetujuan kelayakan penggunaan vaksin ke masyarakat.

“Oleh karena itu, kami sangat berharap bahwa data uji klinik fase ketiga ini dapat memberikan pembuktian bahwa vaksin tersebut berkhasiat dan aman. Kami akan melihat tuh datanya, keamanannya bagaimana, persentase kejadian efek samping dan sebagainya seberapa besar. Kemudian paling penting juga adalah khasiatnya bagaimana,” ujar Dr. Lucia Rizka Andalusia, Apt. M.Pharm, MARS, Direktur Registrasi Obat Badan POM.

Tim Uji Klinis Vaksin Covid-19 dari Universitas Padjadjaran memang sudah mempunyai riwayat kredibilitas dalam melakukan uji klinik vaksin. (prw)

BERITA TERBARU

10 Desa dalam Kecamatan Lahat Selatan Adakan Jum’at Bersih

LAHATPOS.CO, Lahat - Secara serentak, sebanyak 10 desa dalam Kecamatan Lahat Selatan Kabupaten Lahat, menggelar Jum'at Bersih, Jum'at (27/11/2020).

Integrasi Digitalisasi Informasi Satu Data Vaksin COVID-19, Dua BUMN Digandeng

Kementerian Kesehatan menargetkan usia 18-59 tahun untuk program vaksinasi COVID-19 tahap pertama. Pemerintah menggandeng dua BUMN untuk integrasi satu data vaksinasi covid-19.

Bupati Empat Lawang Joncik : Covid Memang Benar benar Ada

LAHATPOS.CO, Empat Lawang - Bupati Empat Lawang H Joncik Muhammad, sudah dinyatakan sembuh dari Covid-19 (Virus Corona). Hal ini...

Tingkatkan Kompetensi Guru dan Siswa

LAHATPOS.CO, Lahat - Berbagai kegiatan Hari Guru Nasional dilaksanakan di daerah daerah. Kendati masih pandemi covid 19 dengan mengusung tema bangkitkan semangat...

Para Ahli Pastikan Vaksin yang Digunakan Aman dan Efektif

Dalam memastikan keamanan dan efektivitas vaksin, proses pembuatannya harus melewati proses penelitian hingga uji klinis yang panjang. Proses itu juga diawasi berbagai...

10 Desa dalam Kecamatan Lahat Selatan Adakan Jum’at Bersih

LAHATPOS.CO, Lahat - Secara serentak, sebanyak 10 desa dalam Kecamatan Lahat Selatan Kabupaten Lahat, menggelar Jum'at Bersih, Jum'at (27/11/2020).

Bupati Lahat Ingin Lagu Daerah “Mengudara”

LAHATPOS.CO, Lahat - Sejak memimpin Kabupaten Lahat,Bupati Lahat Cik Ujang SH telah menginstruksikan agar Lagu Daerah diputar di hotel dan rumah makan,...

Lahat Sudah Bentuk 174 BUMDes

LAHATPOS.CO, Lahat - Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMDes), mengklaim hingga November 2020, tercatat 48 persen desa telah memiliki Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), atau...

Pemda Lahat Usulkan Dua Raperda Perubahan

LAHATPOS.CO, Lahat - Dua rancangan peraturan daerah (Raperda) kembali diusulkan Pemkab Lahat, pada Rapat Paripurna III Masa Persidangan Pertama Tahun Sidang 2020-2021.