BLT DD Diperpanjang 3 Bulan

  • Whatsapp
Ekman Mulyadi

LAHATPOS.CO, Lahat – Penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa (DD), kembali diperpanjang selama tiga bulan. Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMDes) Kabupaten Lahat, Ekman Mulyadi SSos saat dikonfirmasi Lahat Pos, Kamis (8/10).

Ia mengatakan, jika sebelumnya berdasarkan aturan pemerintah pusat, BLT yang berasal dari Dana Desa (DD) itu, diberikan kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) selama enam bulan yakni sejak April, Mei, Juni, dan Juli, Agustus, dan September. Maka, kini bantuan tersebut, kembali diperpanjang menjadi 9 bulan atau hingga Desember 2020.”Besaran Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa per bulan sebesar Rp 300.000 per keluarga untuk tiga bulan ketiga (Oktober, November, dan Desember),” ungkapnya.

Bacaan Lainnya

Artinya, lebih rinci Ekman menjelaskan, besarannya bantuan untuk tiga bulan tahap pertama yakni April, Mei, Juni sebesar Rp 600.000 perbulannya. Kemudian tahap kedua untuk Juli, Agustus dan September jadi Rp 300.000 perbulannya. Sementara tahap ketiga Oktober, November, dan Desember sebesar Rp 300.000 perbulan.

“Sebagai catatan, pada tahap ketiga ini, apabila Dana Desa (DD) masih tersedia di desa, silahkan disalurkan, namun apabila sebaliknya segera menyampaikan keterbukaan kepada masyarakat, agar dimengerti,” ungkapnya.

Apabila anggaran tak cukup untuk disalurkan selama 3 bulan kedepan, kata Ekman, silahkan pihak desa menyalurkannya sesuai anggaran yang ada. “Bila dana desa hanya sanggup 2 bulan atau 1 bulan, ya silahkan disalurkan kemudian sampaikan kepada masyarakat melalui musyawarah desa,” ungkapnya.

Sebagai solusi lainnya, lanjut kata Ekman, pihaknya mengimbau kepada pemerintah desa untuk mengarahkan kepada program padat  karya.

“Kalau desa setempat saat ini dalam kegiatan pembangunan, silahkan diarahkan kepada program padat karya, karena kita ketahui bahwa tujuan utama dari program padat karya adalah untuk membuka lapangan kerja, bagi keluarga-keluarga kurang mampu yang mengalami kehilangan penghasilan atau pekerjaan tetap,” ungkapnya. (*)

 

Penulis: Zaki

Pos terkait