Bocah 11 Tahun Hanyut di Sungai Lematang

  • Whatsapp
Penyisiran: Tim BPBD Lahat dan warga melakukan penyisiran di sepanjang sungai mulai dititik TKP hingga kawasan Sungai Lebi, untuk melakukan pencarian korban yang hanyut. Foto:Zaki/Lapos

Tim BPBD, TNI, Polri, Tagana, Damkar dan Warga Lakukan Pencarian

lahatpos.co, Lahat – Naas menimpa M Ikbal (11) bin Sarmawi dan Jumhairah, warga samping Taman Kota Lahat yang terpeleset dan hanyut terseret arus Sungai Lematang saat berada di Jembatan Biru, tepatnya di perbatasan Kelurahan Kota Jaya dan Kota Negara, Sabtu (8/2/2020).

Read More

Saat ditinjau Lahat Pos, salah satu warga Kota Jaya, Tirta didampingi Alfin mengatakan kejadian sekitar pukul 16.30 WIB. Saat itu korban bersama lima temannya berada di jembatan biru, namun tiba-tiba korban terpeleset lalu jatuh ke sungai.

“Teman teman mereka sempat berteriak untuk minta tolong, sontak warga langsung ke TKP, dan menurut warga yang melihat dari kejauhan hanya kepala korban dan tanganya saja saat berada di arus sungai itu,” jelasnya.

Warga pun langsung melaporkan kejadian tersebut kepada pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lahat.

Setelah beberapa menit, tim BPBD langsung meluncur dan melakukan penyisiran di sepanjang sungai mulai dititik TKP hingga kawasan Sungai Lebi dengan menggunakan perahu karet.

Saat dilapangan, Kepala BPBD Kabupaten Lahat Marjono SE melalui Kabid Kedaruratan dan Logistik, Ananta ST MM mengatakan, dalam pencarian korban, pihaknya dibantu oleh TNI, Polri, Tagana, Tim Damkar, dan warga setempat.

“Kami mendata lokasi dan melakukan penyisiran disepanjang sungai, untuk mencari keberadaan korban,” ungkapnya.

Kediaman orang tua Ikbal di samping Taman Kota, Kelurahan Pasar Lama, Lahat.

Hari mulai gelap. Hingga pukul 18:35 WIB, korban belum juga ditemukan. Sehingga Tim Evakuasi hentikan operasi pencarian korban.

“Besok Minggu (9/2) kita lanjutkan operasi pencarian pada pukul 07:30 WIB , dengan dibantu Basarnas, dengan jalur penyisiran dari TKP hingga lewat Desa Kebur,” ungkapnya.

Ditambahkannya, saat ini tim Tagana standby berada di Pelancu, Desa Ulak Pandan, untuk monitor sungai. (zk)

 

Related posts