Bupati Lahat Dukung Tuntutan Buruh

  • Whatsapp
KERANDA: Massa menolak UU Cipta Kerja membawa keranda sebagai simbol keadilan telah mati. Foto: Heru/Lapos

LAHATPOS.CO, Lahat – Bupati Lahat, Cik Ujang SH akhirnya mendukung tuntutan ratusan massa dari aliansi Serikat Buruh, yang meminta Bupati Lahat, Cik Ujang SH, membuat surat pernyataan menolak UU Cipta Kerja.

“Kami mendukung perjuangan buruh Kabupaten Lahat, menolak UU Cipta Kerja yang baru saja disahkan di gedung DPR RI. Kami akan mengawal perjuangan buruh, dan akan disampaikan kepada pemerintah pusat,” kata Erwin, koordinator aksi, saat membacakan amanat Cik Ujang di halaman Pemkab Lahat, Kamis (8/10), sekitar pukul 13.39 WIB.

Bacaan Lainnya

Erwin mengatakan, surat ini akan ditindak lanjuti ke pemerintah pusat, bersama dengan surat pernyataan pemerintah lainnya. Dengan dikeluarkannya surat ini, pihaknya menganggap Pemkab Lahat telah mengakomodir aspirasi buruh.

“Terima kasih Pak Bupati Lahat, ini awal perjuangan kami serikat buruh. Kami tidak akan berhenti sampai UU ini dicabut atau dibatalkan,” ucapnya.

Sebelumnya, sekitar pukul 10.00 WIB, ratusan buruh gruduk Gedung DPRD Lahat. Kedatangan ratusan buruh ini menuntut DPRD Kabupaten Lahat menyampaikan ke DPR RI bahwa buruh di Kabupaten Lahat menolak UU Cipta Karya.

“Omnibus Law hanya akan mencelakahi kaum buruh. Cabut Omnibus Law, kalau dulu PHK sulit dilakukan karena diatur pasal 156, UU baru ini PHK sangat dimudahkan,” kata Erwin.

Sayangnya aksi massa di gedung DPRD Lahat ini, tidak mendapat respon dari satupun anggota DPRD Lahat. Pasalnya, ratusan massa ini hanya melakukan aksi di gedung kosong. Hasil pantauan media ini seluruh anggota DPRD Lahat tidak berada di tempat.

“Kami ini ingin menemui anggota DPRD Lahat. DPRD keluar, bubarkan saja DPRD kalau hanya bersembunyi dibalik rakyat. Jangan jadi pengkhianat rakyat,” ucap Erwin.

Sementara, Sekwan DPRD Lahat, Ramsi SIP memohon maaf kepada massa. Kondisinya Ketua dan unsur pimpinan, serta anggota DPRD sejak usai rapat paripurna Senin (5/10) sedang Dinas Luar membahas program legislasi daerah sampai Sabtu (10/10) mendatang. Karena hari Senin (12/10) rapat tersebut akan ditutup.

“Mohon maaf, kami Sekretariat DPRD hanya bisa menerima aspirasi bapak bapak secara tertulis, dan nanti akan kami sampaikan kepada Pimpinnan,” sampai Ramsi.

Sementara, Kapolres Lahat, AKBP Achmad Gusti Hartono SIK, didampingi Kapolsek Kota, Iptu Irsan SE mengatakan, pihaknya selaku anggota Polri disini melakukan pengamanan. Personil dari Polres, Polsek Kota, Polsek Merapi, Polsek Pulau Pinang, dan Satlantas, dikerahkan untuk lakukan pengamanan aksi ini.

“Alhamdulillah selama aksi berlangsung, tidak ada kendala besar, masih kondusif. Kite berharap jika ada aksi susulan, massa melaporkan anggotanya, menghindari adanya penyusup yang bisa memuat aksi jadi anarkis,” sampai Irsan singkat. (*)

Penulis: Heru Senovlan

 

 

Pos terkait