Camat Lahat Selatan Budi dan Ketua PKK Lisnawati Sambangi Rumah Bapak Alimin

  • Whatsapp
Camat Lahat Selatan H Budi Utama SIP dan Ketua TP PKK Lahat Selatan Hj Lisnawati SE bersama keluarga Alimin di kediaman Alimin, Selasa (28/4/2020)

LAHAT – Camat Lahat Selatan H Budi Utama SIP bersama Ketua TP PKK Kecamatan Lahat Selatan Hj Lisnawati SE meninjau langsung kondisi keluarga Alimin di Selike Dusun 5 Desa Tanjung Payang Kecamatan Lahat Selatan, Selasa (28/4/2020).

Perjalanan menuju rumah Alimin ditempuh dengan cara berjalan kaki. Jarak dari jalan kabupaten menuju rumah Alimin sekitar 1 Km perjalanan. Meniti jalan setapak, jembatan boloh, melintasi sawah, kawe, dan Ayek Selike.

Bacaan Lainnya

Budi dan istrinya tetap semangat meniti jalan yang masih basah tersebut. Istrinya terutama, berkali kali dipapah saat melintasi jembatan boloh dan melintasi turunan licin.

Budi menyampaikan, alhamdulillah dirinya bersama istrinya, sudah melihat langsung dan bertemu langsung dengan Bapak Alimin bersama istri dan anaknya. Dari penuturan Pak Alimin, pekerjaan sehari harinya petani lepas; menabah karet dan kopi milik orang lain.

Tanah yang ditempatinya numpang milik orang lain. Rumahnya panggung, dindingnya terbuat dari bambu, dan memang kondisinya layak untuk dibantu.

“Istrinya juga cerita, untuk kebutuhan sehari hari diperoleh dari hasil bertanam di sekitar pondoknya,” ujarnya.

Camat Lahat Selatan H Budi Utama SIP dan istri saat berbincang dengan keluarga Alimin, Selasa (28/4/2020)

Pada kesempatan itu, Camat Lahat Selatan bersama Ketua TP PKK Lahat Selatan menyalurkan bantuan sembako, pakaian layak pakai, masker, dan uang.

Camat dan istri juga membantu memasangkan masker kepada Alimin bersama istri dan anaknya.

Alimin mengucapkan terima kasih kepada Camat dan Ketua TP PKK Kecamatan Lahat Selatan. Ia tidak menyangka Camat dan istri datang ke rumahnya.

“Semoga kebaikan Bapak dan Ibu mendapatkan balasan dari Allah SWT,” ucapnya.

Sementara tetangga Alimin menceritakan, Alimin memang layak mendapatkan bantuan. Karena hidup dan berumah di kebun milik orang lain. Semua milik orang lain. Jadi dia layak dibantu.

Yang miris lagi, saat cucunya meninggal di pondok, Alimin nyaris stres, karena tidak ada yang membantu mengurusi jenazah cucunya. Yang ada, hanya beberapa tetangganya mengangkut jenazah cucunya. Lalu dibawa dan dimakamkan di TPU Kota Agung.

“Kami pribadi menilai sangat layak Alimin diberi bantuan,” ujarnya. (zk)

Video selengkapnya klik :

Pos terkait