Mantan Kepala Desa Muara Cawang Bantah Tuduhan Ketua BPD Muara Cawang tentang Penyelewengan Dana BUMDes dan Sumur Bor Tahun 2018

  • Whatsapp
Foto Ketua BPD Muara Cawang Harta Lindawati dan Ketua Karang Taruna Alan Nopriansyah menunjukkan laporan yang melaporkan mantan Kepala Desa Muara Cawang.

LAHAT – Mantan Kepala Desa Muara Cawang Rapisun membantah dengan tegas segala tunduhan Ketua BPD Muara Cawang Harta Lindawati kepadanya, hingga sampai mengadukan kepada pihak terkait.

Temui awak media Jumat (12/6/2020), Rapisun meluruskan tentang dana BUMDes Muara Cawang tahun 2018, sebesar Rp 50 Juta. Dana tersebut sesuai arahan Inspektorat sudah disetorkan ke rekening desa, dan sudah dianggarkan kembali di APBDes 2019, dan sudah terealisasi.

Bacaan Lainnya

“Bukti setor terlampir,” ujarnya.
Jadi, Rapisun menegaskan tidak benar kalau dia menggelapkan uang tersebut. Bukti bukti penyetoran ada dan lengkap.

Kemudian masalah sumur bor 4 titik yang dibangun dengan Dana Desa tahun 2018, sudah sesuai prosedur, sudah melakukan musdes, dan penyerahannya dihadiri unsur Tripika Pseksu.

“Sumur bor ada airnya. Bahkan kami Pemdes bersama Tripika sudah tegas, pada saat pembuatan sumur bor kemarin apabila tidak ada air, maka tidak kami terima. Tapi, buktinya airnya ada, mengalir dan sudah dimanfaatkan oleh warga Desa Muara Cawang, dan hasil audit tahun 2018 dari Inspektorat ada,” jelasnya.

Dikatakan Rapisun, sebetulnya, ia sangat menyesalkan tindakan Ketua BPD Muara Cawang Harta Lindawati bersama Ketua Karang Taruna Alan melaporkan dirinya kepada pihak berwajib. Karena, dugaan yang ditudukan itu sama sekali tidak benar.

Rapisun menerima bukti bahwa surat pernyataan warga yang dipalsukan, karena nama nama yang dibuatkan surat pernyataan mengaku sama sekali tidak pernah membubuhkan tanda tangan.

Diantaranya, Nasrun, Nurhayati, Kamaludin, dan Wiliana. Kabarnya, masih banyak lagi warga yang tidak merasa menandatangani surat dukungan pengaduan.

Kemudian diperkuat oleh pengakuan 4 orang anggota BPD Muara Cawang yakni Sarmidi (Wakil Ketua), Julia Maisaroh (Sekretaris BPD), Merta Rolianti (Anggota BPD), dan Diana Papilaya (Anggota BPD). Keempatnya mengaku sama sekali tidak tahu menahu tentang pengaduan Ketua BPD itu, dan tidak pernah melakukan konsultasi atau rapat internal BPD untuk mengadukan Rapisun.

Demikian juga disampaikan Ujang Awi, salah satu warga Desa Muara Cawang menyatakan, ulah Ketua BPD Muara Cawang membuat warga resah.

Untuk diketahui, dizaman Ketua BPD Muara Cawang Harta Lindawati terjadi konflik internal di BPD. Harta Lindawati sudah berkali kali ingin diganti oleh anggota BPD yang lainnya. Karena telah menyalahgunakan jabatan dan diduga menyelewengkan dana operasional BPD.

Hal ini terbukti dari adanya berita kesepakatan anggota BPD Desa Muara Cawang terdiri dari Sarmidi, Julia Maisaroh, Diana Papilaya, dan Merta Rolianti.

Rapisun menduga, apa yang dilakukan oleh Harta Lindawati bermuatan politis. Karena dia tahu kalau Rapisun kembali akan calon Pilkades lagi. Sehingga ingin merusak citra Rapisun dimata masyarakat. “Sudah banyak laporan dengan saya bahwa Harta ini dipengaruhi oknum tertentu,” tegasnya.

Sementara, saat dikonfirmasi terkait laporan ini, Ketua BPD Muara Cawang Harta Lindawati dihubungi nomor hpnya di nomor 08237909xxxx, hpnya tidak aktif. Diduga hpnya tidak ada sinyal, karena di Desa Muara Cawang sinyal hp agak hilang hilang.(dn)

Pos terkait