Masih Anggap Remeh Covid-19 di Kabupaten Lahat ?, Baca Tulisan Ketua BPBD Kab. Lahat Ali Afandi

  • Whatsapp
H Ali Afandi

LAHAT – Update data Covid-19 Lahat menyatakan kasus positif Covid-19 menjadi 9 orang.

Kuburan Covid Lahat sudah dimanfaatkan 1 jenazah, 1 jenazah lagi dikubur di pemakaman umum, dengan 9 orang positif.

Bacaan Lainnya

“Kita menunggu 3 lagi hasil swab. Semoga tidak positif,” demikian disampaikan Ketua BPBD Kabupaten Lahat H Ali Afandi, yang juga Pengurus Harian Tim Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19 Kabupaten Lahat, Sabtu (23/5/2020).

Saat ini, lanjut Ali Afandi, rumah sehat Covid bekas Terminal Batay sudah berfungsi, muat 16 orang. Saat ini juga sudah ada penghuninya 1 orang.

Untuk diketahui bahwa Lahat sudah mempunyai 107 OTG (Orang Tanpa Gejala). OTG lebih berbahaya karena tidak mempunyai gejala, sehat tp dia pembawa Covid-19.

“107 OTG ini ketahuan karena hasil tracking petugas karena pernah kontak dengan orang orang yang sudah dinyatakan positif. Berarti masih banyak OTG OTG lain yang tidak terjangkau oleh petugas, dan ini semua berkeliaran tanpa dosa,” ucapnya.

Untuk diketahui juga, RSUD Lahat sekarang sudah mengeluh dalam melayani pasient Covid-19, karena 1 – 10 pasien Covid-19 membutuhkan 5 para medis dan mereka setiap selesai pelayanan, langsung dikarantina di hotel. Tidak pulang ke rumah, begitu bergantian.

Meskipun demikian, sudah standar ternyata dari 9 yang positif 50 % adalah tenaga medis, sisanya keluarganya dan masyarakat umum.

“Sore ini diputuskan akan merekrutment tenaga medis kontrak. Karena diperkirakan kita akan kekurangan tenaga medis. Hari ini juga bertambah hasil Rapit Tes 3 orang dari Kebur positif. (Mudah-mudahan swabnya negatif,” ucapnya.

Sisi lain saat ini kasus tetangga kita Pagar Alam 0 dan Empat Lawang 0. Kalau kondisi sepert ini sepertinya Lahat “menunggu waktu”, karena trend kasus selalu bertambah, karena peringatan, himbaun tidak berlaku.

Pasar masih ramai, tempat-tempat umum juga masih sepert biasa. Orang mudik bertambah terus saat ini 4.027 orang. *#Indonesia terserah,* Sepertinya ada benarnya. (Ali Afandi/dn)

Pos terkait