Pohon Besar Timpa Kabel, Tiang Listrik Roboh di Tanjung Payang

  • Whatsapp

lahatpos.co, Lahat – Tiang listrik milik PLN roboh dan patah dua. Tepatnya di depan rumah Andi Rasyid, Desa Tanjung Payang, Kecamatan Lahat Selatan. Peristiwa ini diketahui sekitar pukul 14.46 WIB, Jumat (3/1/2020).

Camat Lahat Selatan H Budi Utama SIP menjelaskan saat itu ia sedang ngobrol dengan Kades Tanjung Payang Sapri di depan kantor Camat. Tiba tiba dapat laporan dari warga menyampaikan ada tiang listrik roboh. Jaraknya sekitar 300 meter dari kantor Camat, atau di Simpang Tiga Kearah SMAN 4 Lahat.

Read More

Seketika itu juga, Camat bersama staf dan Kades Tanjung Payang menuju lokasi. Ternyata betul adanya. Tiang listrik roboh ketengah jalan. Kondisi tiang patah dua. Bracket bengkok, piringan pecah dan remuk, dan kabel listrik berseliweran di tengah jalan.

Ditambah lagi, ampere listrik milik Andi dan Budi terlepas dari dinding rumahnya. Setelah kejadian, arus listrik masih hidup, sehingga Camat langsung menghubungi pihak PLN melaporkan adanya kejadian itu. Alhasil pihak PLN langsung memadamkan jaringan listrik.

Dijelaskan Camat Budi, awalnya ia mengira satu tiang listrik roboh dan patah itu karena kondisi cuaca. Karena akhir akhir ini, sering turun hujan deras.

Ternyata, ada laporan yang menyampaikan bahwa penyebab tiang listrik roboh karena ada aktivitas penebangan Pohon Pecah Pingga di dekat Ponpes Al Kautsar Tanjung Payang.

Mendapatkan informasi tersebut, Camat bersama Kades Tanjung Payang langsung berjalan kaki menuju lokasi yang dimaksud. Jarak antara tiang roboh dengan lokasi penebangan pohon sekitar 300 meter.

Ternyata betul, pohon sudah roboh dan melintang ketengah jalan. Bukan hanya itu, pohon juga menimpa kabel listrik di dekatnya. Suasana di sekitar pohon sudah ramai. Banyak warga menyaksikan, ada juga yang membantu menyingkirkan potongan kayu yang digesek menggunakan senso. Termasuk Camat, Kades, dan sejumlah masyarakat ikut mengangkut potongan kayu agar akses jalan bisa dilalui.

Diketahui, Pohon Pecah Pingga tersebut berada di kebun milik Kholidin. Kholidin didampingi istrinya menjelaskan, saat kejadian, ia dan istrinya sedang mengecek kebun ke arah prumnas rimba bedug. Ia membenarkan pohon yang ditebang itu berada di kebunnya yang berada di pinggir jalan lintas.

Awalnya, ada orang yang menemui Kholidin di masjid. Sambil ngobrol biasa, ia menyampaikan lagi mencari orang yang bisa menebang pohon di kebunnya. Karena di sektiar kebun, akan dibangun kawasan prumnas. Orang tersebut menyanggapinya. Tapi waktu itu, Kholidin belum tau kapan waktunya pohon ditebang.

Ia tahu pohon sedang ditebang, saat diperjalanan ingin meninjau ke kebunnya yang satu lagi di kawasan prumnas rimba bedug. Ia mendengar suara senso, dan tak lama juga mendengar suara pohon roboh dan suara ledakan cukup keras.

Nah, merasa ada yang aneh dengan suara itu, Kholidin dan istrinya bergegas menuju lokasi pohon ditebang. Setelah dilihatnya, pohon tersebut sudah roboh dan menimpa kabel listrik.

“Saya sebetulnya belum tau, kapan pohon itu ditebang. Karena waktu bertemu di masjid, saya kira hanya bergurau biasa. Ternyata orang tersebut serius menebang pohon,” ujarnya.

Dilihatnya, ada tiga orang menebang pohon. Menggunakan peralatan satu mesin senso. Melihat posisi menebang pohon, lanjut Kholidin sudah benar. Pohon ditebang dibagian bawah dengan posisi digesek miring. Dengan harapan, pohon roboh ke arah kebun.

Diduga ada angin kencang, sehingga pohon roboh bukan mengarah ke dalam kebun, melainkan mengarah ke jalan umum.

Atas kejadian itu, Camat Budi, agak menyesalkannya. Orang yang menebang pohon tersebut terkesan tidak menghiraukan keselamatan sendiri.

Semestinya untuk pohon besar dan tinggi tersebut, dipotong dibagian ranting terlebih dulu. Setelah semua habis, dan pohon sudah pendek, barulah digesek di bagian bawahnya. Itupun, pohon dipasang tali, supaya pohon roboh sesuai arah. “Kejadian ini, mereka tidak pakai tali,” ujarnya.

Dikonfirmasi, Manager PLN ULP Lembayung Lahat Tasili membenarkan pihaknya sudah menerima laporan adanya tiang listrik roboh. Penyebabnya tertarik akibat ditimpa pohon.

“Tim kami sudah ke lokasi, dan langsung bekerja melakukan perbaikan,” ujarnya.

Ditambahkan Supervisor Teknik PLN ULP Lembayung Feri Arianto, pihaknya langsung melakukan perbaikan.

Langkah pertama, memasangkan kembali kabel utama, mengganti tiang listrik yang patah. Setelah itu, barulah memasangkan kabel jaringan ke rumah warga yang terkena dampak dari kejadian tersebut.

“Adapun yang diganti seperangkat peralatan untuk satu tiang listrik, karena ikut rusak. Terdiri dari bracket, satu tiang besi, piring kabel,” ujarnya.

Untuk memperbaiki gangguan ini, pihaknya menerjunkan enam personel, termasuk dirinya. Yakni, team Ranger.

Selama proses perbaikan, terjadi pemadaman listrik sementara untuk seluruh kawasan seberang. Dimulai dari Desa Tanjung Payang, Banjar Negara, sampai Nantal, kemudian Kerung sampai Talang Sejemput. Semua listrik dipadamkan sementara.

“Lamanya pengerjaan dibutuhkan waktu sekitar 3 jam. Diperkirakan pengerjaan selesai pukul 20.00 WIB, atau bisa lebih cepat dari waktu itu,” ujarnya. (dn)

Related posts