Tolong Pak, Masukan Saya sebagai Penerima Bantuan

  • Whatsapp
Alimin bersama istri dan anaknya

LAHAT – Alimin, pria berusia 53 tahun ini, bersama anak dan istri tinggal di Dusun 5 Desa Tanjung Payang Kecamatan Lahat Selatan, Lahat.

Selama lebih kurang 15 tahun menunggu kebun orang lain, Alimin mengaku belum pernah mendapatkan bantuan sembako atau bantuan lainnya seperti PKH, BPNT, dan lainnya.

Bacaan Lainnya

Padahal melihat dari kondisi rumahnya, Alimin layak mendapatkan bantuan alias uluran tangan. Mengingat kondisi fisik Alimin salah satu kakinya yang kincat akibat kecelakaan motor ia alami.

Rumah yang ditempati Alimin

“Inilah rumah saya. Dinding dari bambu, ukurannya sekitar 5×5 meter persegi, panggung,” ujarnya, Sabtu (25/4/2020).

Untuk memenuhi kebutuhan sehari hari, Alimin bersama istri dan anaknya memanfaatkan pekarangan rumah dengan cara menanam sayur dan buah.

Selain itu, terdapat beberapa rumpun tanaman kopi milik pemilik kebun yang ia tunggu. Ketika kopi berbuah, ia bersama istrinya memanen kopi. Hasil dari panen kopi, ia mendapatkan bagi hasil dengan pemilik kebun.

Selain itu, bila malam hari, alat penerang rumah memanfaatkan tenaga surya yang ia buat sendiri.

Ia juga baru mengalami musibah, cucunya meninggal dunia di gubuknya tersebut. Jasadnya dibawa dan dikuburkan ke tempat keluarganya yang ada di Kecamatan Pagar Gunung.

Alimin berharap kalau ada program bantuan pemerintah, ia dimasukan. Dari bantuan itu dapat mengurangi beban ekonomi keluarganya. “Tolong kami pak, kalau ada bantuan, masukan,” pintanya.(dn)

Pos terkait