oleh

Binmas Polres Lahat Kumpulkan Perwakilan Perumnas se Tanjung Payang

LAHATPOS.CO, Tanjung Payang – Polres Lahat melalui Sat Binmas, mengumpulkan perwakilan warga perumahan se Desa Tanjung Payang Kecamatan Lahat Selatan, Selasa (19/2) malam. Ada delapan perumnas, setiap perumnas mengutus lima orang.

Pertemuan yang berlangsung di Mushola Al Hijrah Prumnas Griya Rafika 1 ini, dihadiri KBO Binmas Polres Lahat Ipda H Yuslan, Babinkamtibmas Tanjung Payang Bripka Deddy Lendra, dan BA Sat Binmas Brigpol Zulfikar. Hadir juga Kades Tanjung Payang Mohammad Heru bersama para ketua lingkungan dan warga.

Ipda H Yuslan, KBO Binmas Polres Lahat

Yuslan menyampaikan, ia mewakili Kapolres Lahat AKBP Ferry Harahap Sik dan Kasat Binmas Polres Lahat AKP Zulfikar SH, hadir ditengah tengah warga perumnas se Desa Tanjung Payang, untuk menyampaikan pesan agar bersama sama menjaga dan memelihara keamanan, ketertiban, dan kenyamanan dilingkungan perumnas masing masing. Apabila mendapatkan hal yang mencurigai, harap laporkan kepada kepolisian dengan cara menghubungi layanan telepon 110.

“Desa kita, rawan menjadi tempat transaksi narkoba. Saya berharap, bila melihat orang yang mencurigakan, apalagi di tempat tersebut sepi, sebaiknya dilaporkan kepada kami melalui layanan telepon 110. Sudah banyak kejadian berhasil kami ungkap, berdasarkan laporan masyarakat melalui layanan telepon 110,” ujarnya.

Kades Tanjung Payang Mohammad Heru (kopiah) bersama warga

Menghadapi Pemilu 2019 ini, Yuslan berpesan, masyarakat tetap rukun. Jangan sampai hanya perbedaan pandangan politik, menyebabkan kerukunan dilingkungan menjadi terganggu. “Mari kita sikapi Pemilu ini dengan bijak. Walaupun berbeda dukungan, namun tetap menjaga kebersamaan,” ucapnya.

Kades Tanjung Payang Mohammad Heru menyampaikan, selama menjadi kades, ia tidak membeda bedakan antara warga perumnas (pendatang) maupun warga asli Tanjung Payang. Semuanya sama, di bawah bendera NKRI. “Semuanya sama saja. Baik warga asli Tanjung Payang maupun warga pendatang. Yang penting, warga mengikuti aturan adat istiadat Desa Tanjung Payang,” ucapnya.

Heru juga berupaya membantu warga perumnas dalam urusan administrasi kependudukan. Sementara yang berkaitan dengan pembangunan infrastruktur di dalam perumnas, Heru tidak bisa berbuat banyak, karena terkendala aturan.

“Seperti dana desa, kami tidak bisa mengarahkan pembangunan menggunakan dana desa ke dalam perumnas. Hal ini tidak boleh. Kami juga tidak ingin melanggar aturan,” lanjutnya.

Idham Kholik, perwakilan Prumnas Griya Lematang Asri

Sementara itu, Idham Kholik, salah warga dari Perumnas Griya Lematang Asri menjelaskan, sebagian besar masalah perumnas di Desa Tanjung Payang adalah sama. Kepada instansi mana, proses serah terima perumnas ini dilakukan.

“Perumnas kami sudah diatas lima tahun. Kami sudah menelusuri ke setiap dinas Pemda Lahat, diantaranya Dinas PU & PR, PU Bina Marga, Perizinan, Bagian Aset, dan sebagainya. Mereka saling lempar, dinas mana yang berwenang menangani proses serah terima perumnas,” ucapnya.

Melalui pertemuan tersebut, Ia berharap, pemerintah desa maupun pihak terkait, dapat membantu menyelesaikan masalah serah terima perumnas ke pemda.

Ternyata, hampir seluruh perumnas yang dibangun oleh pengembang swasta di Kabupaten Lahat, belum ada satupun yang diserahterimakan kepada Pemda Lahat.

“Kalaupun ada, itu bukan pengembang swasta yang membangun. Akan tetapi perumnas yang dibangun oleh Kementerian PU & PR Pusat. Seperti Perumnas Selawi dan Tiara,” pungkasnya. (dn)

Komentar

News Feed