oleh

Harus Berinovasi di Era Industri 4.0

-Sumsel-20 views

LAHATPOS.CO, BATURAJA TIMUR –  Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik Universitas Baturaja (Fisip Unbara)  sukses menyelenggarakan seminar nasional Tren Public Relations, Media, dan Inovasi Pemerintahan di Era Industri 4.0, Rabu (20/3/2019).

Seminar nasional tersebut digelar di auditorium Unbara dengan menghadirkan 3 pembicara yakni Prof Dr Isna Wijayani P.h.D Dr Ari Darmastuti MA, dan Dr Anda Corry Wardhany M.Si.

Seminar tersebut juga dihadiri oleh asisten bidang kemasyarakatan,  Rektor Unbara Dr Bambang Sulistyo M. Pd, dekan Fisip Dra Umi Rahmawati M. SI, serta 150 mahasiswa dan masyarakat.

Rektor Unbara Dr Bambang Sulistyo M. Pd berharap, peserta yang hadir dapat mengikuti seminar dengan baik karena berhubungan dengan perkembangan teknologi serta inovasi industri saat ini. “Jika kita tidak mengikutinya kita akan tertinggal,” kata Bambang.

Dekan Fisip Dra Umi Rahmawati M. SI didampingi Ketua Panitia Yunizir Djafar S. Sos. M. IP mengungkapkan seminar tersebut digelar dalam rangka dies natalis Fisip XII. Tema revolusi industri generasi ke empat atau yang lebih dikenal dengan istilah industri 4.0 dilakukan mengingat saat ini perkembangan inovasi ini industri makin kompleks dan lebih mudah dan jauh lebih baik revolusi tersebut suka tidak suka akan datang sendirinya bagi yang bisa menerima perubahan tersebut maka akan tertinggal.

“Yang tidak mau beradaptasi dengan perubahan, bisa dipastikan akan tergerus dan tenggelam. Perubahan ini terjadi di mana-mana dari model bisnis, consumer habit, tren pasar, dunia ritel, profesi humas (public relations), dan industri media,” kata Umi.

Sebenarnya, lanjut mantan ketua KPU OKU ini, pemerintah pun bergerak cepat dengan gebrakan strategisnya. Dimana pemerintah langsung mengeluarkan Peta Jalan Pembangunan Industri Nasional dengan branding Making Indonesia 4.0 pada April 2018 lalu.

Bahkan pemerintah optimistis Indonesia bisa menerapkan hal ini. Maka pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) riil bisa tumbuh 1%-2% per tahun nantinya. Kementerian Komunikasi dan Informatika turut mencanangkan Indonesia sebagai negara dengan ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara pada 2020.

“Indonesia bersaing dengan India yang berambisi jadi kekuatan sains global pada 2020 dan China yang mengumumkan visi sebagai pusat inovasi Artificial Intelligence pada 2030. Di daerah juga saatnya mengikuti revolusi industri ke 4 ini,” jelasnya.

Dikatakan Umi, Indonesia telah berada era Industri 4.0. Era yang telah mendisrupsi tidak saja tatanan proses bisnis yang ada, tetapi juga peran profesi di dalamnya. Mulai dari sales, operation, marketing, keuangan, jurnalisme dimana robot sudah bisa menulis berita sendiri, hingga dunia public relations.

Persepsi lama bahwa public relations hanya berfungsi sebagai media relations, membuat klipping, protokoler serta publikasi di konvensional media semata. Sekarang profesi tersebut dituntut memiliki keahlian yang lebih kompleks.

Selain Public Relations, Media juga menghadapi tantantan yang sama di Era Industri 4.0 ini. Media massa juga telah mengalami perkembangan yang pesat. Dahulu media konvensional (surat kabar, radio, televisi) memiliki daya tarik yang kuat serta merupakan media yang paling diminati masyarakat untuk mengetahui sebuah informasi.

“Tapi sekarang akibat perkembangan internet yang sangat dahsyat merubah semuanya. Bahkan banyak media massa cetak  yang sudah gulung tikar akibat biaya produksi yang sangat tinggi,  sementara perkembangan laptop,  handphone makin berkembang,  masyarakat makin mudah mengakses informasi dari telepon pintar,” jelasnya.

“Saat ini semua serba canggih. Jika tahun 90an sampai tahun 2000 masyarakat disuguhkan dengan musim yang serba otomatis,  kini dunia industri lebih canggih lagi dan lebih baik. Oleh karena itu, kita dituntut untuk berinovasi,” pungkas Umi. (apk/fin)

Komentar

News Feed