oleh

Kecelakaan Kerja, Karyawan PT Riken Tewas Mengenaskan

-Kriminal-148 views

LAHATPOS.CO, Kota Agung – Salah satu karyawan PT Rekayasa Industri (Riken) subkon PT Suprem Energi, yang bernama Samidin (45) warga Cilacap Provinsi Jawa Barat (Jabar), pada Rabu (10/4/2019) tewas dengan PT Rekayasa Industri (Riken) kondisi cukup mengenaskan.

Korban meninggal dilokasi setelah ditimpa tiga tiang pasak bumi milik PT Riken. Peristiwa tersebut, terjadi pada Rabu (10/4/2019) sekitar pukul 13.00 WIB di lapangan GPP Rantau Dedap (SERD) yang berlokasi di Desa Tunggul Buto, Kecamatan Kota Agung, Kabupaten Lahat.

“Kejadian siang sekitar pukul 13.00 WIB. Saat itu, usai dilepas segel tiba tiba tiga pasak bumi lepas dan langsung menimpa korban. Sehingga, korban pun langsung tewas dilokasi dengan kondisi cukup mengenaskan,” ungkap sumber yang minta namanya dirahasiakan.

Informasi dihimpun dilapangan menyebutkan, korban warga Jawa Barat ini, tewas cukup mengenaskan setelah tiga pasak bumi milik PT Riken subkon PT Suprem Energi lepas dari Segel dan menimpanya. Sehingga, mulai dari tubuh sampai kepala korban diduga remuk.

Dijelaskan sumber, usai dari kejadian Hp milik semua karyawan yang ada di Tempat Kejadian Perkara (TKP) langsung disita oleh pihak perusahaan PT Riken.

“Yang jelas, tujuan disitanya semua Hp milik karyawan oleh PT Riken ini, agar tidak peristiwa tersebut, tidak keluar dan tidak banyak diketahui orang ataupun tidak tercium orang lain,” pungkasnya.

Menurutnya, dari kejadian yang ada, PT Riken subkon PT Suprem Energi ini, dinilai lalai dan lemah pengawasan serta kurang safety mengakibatkan sampai menelan korban jiwa.

“Intinya, safety dan pengamanan dari PT Riken tidak ada sama sekali. Sehingga, dengan adanya kejadian korban jiwa dapat lebih berhati hati lagi bagi kami selaku karyawan kedepannya,” tambah sumber.

Terakhir dikatakannya, terlihat mobil Ambulance milik perusahan sempat stop di Masjid Desa Sukarame Kecamatan Kota Agung Lahat, sekitar pukul 16.30 WIB.

Sementara, Humas PT Riken Jai dikonfirmasi melalui WhatsApp nya, tidak ada balasan, sehingga, berita ini diturunkan. (dn)

Komentar

News Feed